Posted by: jono terbakar on: December 14, 2009
pesan dari istri:
jangan lupakan istrimu saat main pingpong
Posted by: jono terbakar on: December 13, 2009
apa yang kamu berikan adalah sedikit persen dari yang akan kamu dapatkan
Posted by: jono terbakar on: December 13, 2009
Apakah KSB itu?
KSB adalah Kalimat Sok Bijak , bukan Kalau Sinta Bertasbih :p
Dalam postingan berjudul KSB anda akan membaca sebuah/2buah/buah-buahan kalimat yang tersusun dari kata-kata yang diharapkan dapat memotivasi yang membaca. Semoga suatu saat KSB-KSB ini bisa dijadikan motivasi hidup bagi orang-orang sesat di luar angkasa sana haha. Selamat membaca.
jonoterbakar
Posted by: jono terbakar on: December 11, 2009
Kalau saya ditanya, “Kenapa sih kamu nge-blog?”.
Saya akan menjawab, “Kenapa tidak nge-blog?”
Ditinjau dari berbagai aspek, blogging menimbulkan banyak sekali efek samping, belakang, dan juga depan. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa teori Newton tentang aksi-reaksi berlaku juga di dunia blog ini. Ketika disikapi dengan positif, maka blogging akan memberi kita banyak hal positif. Tetapi ketika disikapi sebaliknya, tentu saja hal itu akan memberikan timbal balik yang sebaliknya juga. Lalu bagaimana kalau disikapi dengan positif dan negatif? Alhasil akan menimbulkan tanda kuranglebih (positif diatas, negatif dibawah hehe)..
Lalu kenapa jawaban saya diatas adalah “Kenapa tidak nge-blog?” ?
Alasan pertama Tidak lain dan tidak bukan adalah saya orang yang tidak mau merugi. Dan saya akan menjadi seorang yang merugi jika tidak nge-blog. Bagaimana bisa? Bisa saja. Otak ada, tangan ada, fasilitas ada. Bagai perumpamaan “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali”. Keledai saja tidak mau jatuh kelubang yang sama untuk ketiga kalinya, kalau saya tidak mau jatuh sama sekali.
baca muntahan selanjutnya
Posted by: jono terbakar on: December 7, 2009
Akhirnya KOALA masuk youtube haha. Silahkan dinikmati sambil merem ![]()
Oiya, teman-teman yang budiman dan juga budiwati bisa ikut mendukung KOALA di sini
http://lalightsindiefest.com/bandchallenge.php
tinggal sign up, login, lalu klik “vote this” dibawah video KOALA.
Posted by: jono terbakar on: December 7, 2009
Kasta … kalau dipikir-pikir penggolongan manusia berdasarkan ras, suku, atau garis keturunannya memang sangat diskriminatif. Bagaimana seorang Dravida ditindas oleh si Arya. Entahlah, saya tidak bisa membayangkan kalau saya yang hidup di kondisi dan situasi seperti itu.
Ini saya kutipkan dari wikipedia berbahasa indonesia
“Sistem kasta telah menentukan bahawa masyarakat beragama Hindu boleh dibahagikan kepada beberapa kumpulan dan peringkat. Pada umumnya, kelas tertinggi ialah para Brahmin atau Brahmana, manakala kelas terendah ialah kaum pariah atau dikenali sebagai “mereka yang tidak boleh disentuh” atau dalam bahasa Inggeris “untouchables”. Rajah di bawah menunjukkan kelas-kelas yang terdapat di dalam sistem ini.
Melalui filem-filem produksi Amerika, saya jadi tahu dan juga tempe kalau disana masalah rasial (sama seperti peng-kastaan) juga merajalela, apalagi sekitar 40 tahun yang lalu. Sebagai contoh begini: Seorang pahlawan perang terkenal dilarang makan di sebuah restoran karena dia keturunan suku Indian. Lalu ada lagi contoh begini: Seorang kulit hitam harus menggalah dalam hal sekecil apapun terhadap kulit putih.
Posted by: jono terbakar on: November 16, 2009
Sebagai seorang pelajar kelas 3 SMA, belajar bisa diibaratkan sebuah kata yang sok akrab dengan saya pada tahun terakhir saya (amin) di SMA. Sok akrab? yaa memang benar-benar sok akrab, karena untuk saya pribadi belajar bukanlah teman saya dalam 2tahun sebelumnya. Lalu apakah saya ini seorang pelajar? Bukankah kata pelajar itu artinya orang yang belajar?
Sungguh sebuah permasalahan yang dilematis jika kita membicarakannya. Pendidikan di Indonesia tampaknya seperti sebuah kebingungan dalam kebingungan. Artinya mulai dari yang membuat kebijakan (yang tidak bijak) sampai dengan objek yang terkena kebijakan sama-sama binggung. Terutama pada 10 tahun terakhir ini, pelajar bisa dikatakan berlaku sebagai kelinci percobaan para orang-orang pembuat kebijakan yang tidak bijak itu. Contohnya dalam kurikulum yang berganti-ganti sampai permasalahan Ujian Nasional.
Menurut saya pendidikan di Indonesia sangatlah tidak efektif dan tidak memiliki tujuan.
Sebagai pelajar kelas 3SMA, obrolan antara saya dan teman-teman saya biasanya tentang dunia perkuliahan. Mau jadi apa saya? —–> pertanyaan ini sering sekali muncul diantara perbincangan-perbincangan kami. Ada yang menjawab ingin menjadi dokter, jadi insinyur, jadi arsitek, jadi macan (walah), dsb. Kalau saya ditanya, saya cuma bisa jawab gatau atau “Jadi orang yang berguna bagi orang lain”. Tapi apakah “Orang yang berguna jadi orang lain” itu? Malah dalam suatu perbincangan dengan seorang kawan, kami menyimpulkan bahwa pekerjaan paling menentramkan adalah PRT alias PembantuRmahTangga. Selain mendapatkan gaji, kita juga mendapatkan pahala karena membantu sang majikan. Iya bukan? :p
Posted by: jono terbakar on: November 5, 2009

Pingpong atau tenis meja bisa juga disebut miniatur dari tenis lantai/lapangan besar. Peraturannya hampir sama, tetapi pingpong memiliki area bermain yang jauh lebih kecil daripada tennis biasa.
Untuk penjelasan lebih lanjutnya, buka saja disini
terimakasih wikipedia hehe
Entah kenapa permainan ini sangat menarik dimainkan menurut saya. Dalam memainkannya tidak perlu menendang kencang seperti sepakbola, tidak perlu dribble seperti basket, tidak perlu sprint seperti balapan karung eh lari pake karung eh balap lari maksutnya, tidak perlu disodok seperti biliar juga, dan yang terpenting tidak perlu biaya jika dimainkan dengan asas kekeluargaan (baca: meja punya orang, bet pinjem orang, bola juga sekalian aja dipinjemin). Olah raga yang sangat hemat. Bermodal baju (walaupun kadang tidak pake), celana (kalo ini harus dipake hehe), dan sepatu (kalo punya) anda sudah siap menjadi pingpongwan atau pingpongwati (sebenarnya ada juga pingpongwanti, dia bingung mau jadi wan atau wati :p).
Posted by: jono terbakar on: October 1, 2009
Lama juga saya tidak menulis disini. Tampaknya gebyar-gebyar hari raya idul fitri dan segala makanan yang menyertainya membuat saya malas merangkai kata-kata untuk ditulis haha.
Jadi begini ceritanya…..
Entah kenapa ketika mendengar cerpen om saya, Luhur Satya Pambudi, dimuat di suatu majalah atau koran, saya selalu melihatnya sebagai sebuah motivasi. Ya, sebuah motivasi. Di dalam pikiran saya, hal itu adalah pembakar semangat saya untuk berkarya. Dan anehnya lagi saya suka berkarya bukan karena apresiasi orang lain, melainkan untuk diri saya sendiri. Saya tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata kepuasan saya akan hal itu.
Kebetulan dirumah saya ada banyak buku-buku sisa cetakan dari percetakan, dan kebetulan lagi ada sebuah buku tipis bertuliskan “Menulis Ngga Perlu Bakat” di sampul depannya. Yang menarik perhatian saya adalah didalamnya dibeberkan fakta kalau jumlah koran,majalah, dan media-media tulis lainnya di Indonesia sangatlah banyak. Dan sebagian besar dari media itu pasti menyediakan kolom untuk menaruh tulisan pembacanya, maksut saya tulisan orang yang bukan jurnalis tetap media itu.
Jujur, dari buku itu mata saya baru terbuka (bangun tidur kuterus mandi) kalau peluang bekerja sebagai penulis sangatlah terbuka lebar. Dan buku itu jugalah yang memberikan saya fakta bahwa sebenarnya semua orang bisa menulis. Sayangnya, semua orang pasti juga punya niat untuk tidak menulis, dan niat itu pada sebagian orang bisa disebut kemalasan.
Sebenarnya jika semua orang di Indonesia ini mampu menghilangkan halangan pada dirinya sendiri untuk menulis, bukan tidak mungkin tidak ada yang namanya orang yang tidak berpenghasilan. Semua tulisan bisa menghasilkan. Mulai dari cerpen, puisi, analisa, lirik, dll.
Kembali lagi ke topik, kemarin saya habis membaca cerpen om saya yang di muat di Hai dan Batam Pos. Setelah membaca cerpennya saya terinspirasi untuk menulis. Di otak saya terbersit pikiran “Saya pasti juga bisa membuat cerpen yang masuk ke media-media itu”. Dan akhirnya dengan semangat iseng dan karena tidak ada kerjaan, akhirnya saya memulai menuliskan kata pertama.
Dan seperti kata Bapak saya (yg notabene dulu suka menulis), “Kalau kamu udah mulai nulis, susah buat berhentinya”. Kata-kata itu terbukti pada saat saya menulis cerpen itu. Kata-kata bisa terangkai sendiri tanpa harus dipikir. Dan ketika saya ingin berhenti, benar-benar tidak bisa.
Beginilah hasil tulisan pada waktu itu
Posted by: jono terbakar on: September 19, 2009
segenap kru jonoterbakar.worpress.com mengucapkan SELAMAT HARI LEBARAN (berapa hijriah lupa) kepada semua yang merayakannya, mohon angpau lahir ngga lahir
jonoterbakar
komen-komen baru